Pembelajaran dan Perubahan

Pembelajaran adalah suatu proses yang akan membuat seseorang berubah menjadi lebih baik atau meningkat dari sebelumnya. Pembelajaran adalah suatu proses yang menuntut pengorbanan dari diri sendiri berupa kerja keras melalui berbagai upaya yang harus dilakukan. Karena proses pembelajaran adalah proses perubahan, kita tidak hanya dituntut untuk kerja keras tetapi juga harus mau dan siap menghadapi resiko dalam proses perubahan yang dilakukan.

Pembelajaran tidak hanya sekedar “tahu” mengenai sesuatu melainkan “mau dan mampu” menerapkannya dan menjadi bagian dari perilaku kita. Untuk “tahu” mengenai sesuatu dibutuhkan kecerdasan rasional (IQ) sedangkan “mau” membutuhkan kecerdasan yang berada pada otak emosional kita yaitu EQ dan SQ. Makin tinggi IQ seseorang akan makin mudah orang tersebut untuk tahu sesuatu yang baru. Tetapi tidak ada jaminan “tahu” nya akan membuatnya mejadi “mau”. Hal inilah yang selama ini menjadi pertanyaan besar mengapa orang yang banyak pengetahuannya, tinggi level pendidikannya tetapi perilakunya tetap tidak berubah seperti sebelumnya. Hal ini banyak sekali kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, sudah banyak sekali orang di negeri ini yang strata pendidikannya tinggi tetapi perilakunya malah tidak terpuji, menyengsarakan rakyat.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi, jawabannya sederhana saja karena tidak ada proses pembelajaran dalam dirinya. Dia hanya tahu tetapi tidak mau untuk berubah, dia tidak mau apalagi mampu untuk menjalankan pengetahuan yang ia dapat dalam perilakunya sehari-hari.

Untuk menjadi seseorang yang pembelajar dan mampu untuk berubah ia harus memiliki mental pembelajaran. Mental pembelajaran merupakan suatu proses yang tidak terlihat yang terjadi pada otak kita. Proses membangun mental pembelajaran melibatkan dua bagian otak yaitu otak rasional dan otak emosional. Proses ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu. Pertama adalah membangun penyadaran diri (self awareness), kedua adalah penerimaan diri (self acceptance), dan ketiga adalah membangun dorongan dalam diri untuk meningkat (self improvement)

Penyadaran diri (Self awareness) merupakan proses awal yang akan membuat seseorang dari tidak tahu menjadi tahu bahwa dirinya mempunyai kekurangan yang harus diperbaiki. Proses ini sebenarnya mudah karena kita hanya perlu mendapatkan informasi dan data-data saja sehingga kita cukup hanya tahu.

Tantangan yang menentukan dalam proses membangun mental pembelajaran adalah ada di tahap kedua yaitu tahap penerimaan diri (self acceptance). Pada tahap ini setiap orang dituntut harus mau menerima dan mengakui secara jujur bahwa dia memang memiliki kekurangan yang harus diperbaiki. Kendalanya ternyata banyak orang menolak kenyataan akan adanya kekurangan pada dirinya. Alasannya bermacam-macam mungkin disebabkan harga dirinya yang tinggi, arogansi, ataupun alasan lain yang pada dasaranya merupakan refleksi dari ketidak jujuran pada dirinya sendiri.

Dalam interaksi sehari-hari kita bisa mengetahui dengan jelas ciri-ciri orang yang menolak untuk berubah. Indikatornya dapat dilihat melalui ucapan ataupun perbuatan yang menunjukan sikap pengingkaran (denying). Kata-kata seperti “soalanya…..”, “habis……”, “masalahnya……, “bukan saya yang salah tapi….”. Sebaliknya bagi orang yang benar-benar mau belajar dan berubah dia akan dengan mudah melewati tahapan penerimaan diri. Sikap ini terlihat dari ungkapan kata-kata, “bagimana caraanya agar saya….”, “dimana saya harus memperbaiki…..” dst. Seseorang yang telah memiliki mental pembelajaran akan merasa mudah dan ringan bila harus berubah untuk memperbaiki kekurangannya sehingga dia memiliki semangat dan kekuatan untuk terus memperbaiki diri.

Sangatlah penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki mental pembelajaran yang dibangun dari kecerdasan IQ, EQ dan SQ. Di era yang semakin kompetitif ini kemampuan untuk melakukan perubahan harus dimulai dari diri sendiri yang harus adaptif terhadap era tersebut. Pemimpin harus berada di garis terdepan dalam menyongsong perubahan dengan cerdas dan siap untuk berubah.

Posted on September 18, 2012, in Manajemen, Motivasi. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. saya banget sepertinya jika sedang bicara dengan salah seorang terdekat. Kata2 “Habis kamu si ….” Hehehe..
    Harus mulai diubah ya? اَللّهُ tidak akan mengubah keadaan seseorang jika bukan orang itu sendiri yg menrubahnya kan,, ditambah dengan jika menjadi seorang pendamping dari sosok baik, penyabar dan hebat.

    Pantes saya sering dengar org terdekat say itu bilang “terus saya harus bagaimana?” Rupanya ini ya jawabannya hiihii..

    Terimakasih ya,, tema dan pembahasannya bagus banget.

    ^^ arsy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: