LEAD to BLESS LEADER

Pemimpin merupakan unsur terpenting dari kelangsungan sebuah organisasi. Oleh karena sangat esensialnya peran seorang pemimpin, dalam tulisan ini saya mencoba menyajikan sebuah buku yang berjudul LEAD to BLESS LEADER, yang ditulis oleh Paulus Bambang WS. Selamat membaca.

BAB I KARAKTER SEORANG PEMIMPIN

Tujuh hati yang membentuk karakter kepemimpinan :
1.1. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PENJAJAH.
Akan memposisikan karyawannya sebagai budak tanpa nilai dan hak,dia menganggap dirinya sebagai penyelamat dan raja besar sehingga pantas untuk menerima loyalitas absolute dari karyawannya, selalu menanamkan konsep bahwa karyawannya tidak bisa hidup tanpa dia.
1.2. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PENYAMUN.
Akan memposisikan karyawannya sebagai buruh yang hanya memiliki sedikit hak tapi menanggung segudang kewajiban, hak karyawan diberikan dalam konteks normative minimal tapi kewajiban dituntut secara posesif maksimal, memiliki kecenderungan untuk dapat mengambil sesuatu lebih dari seharusnya dari semua pihak yang berhubungan dengannya.
1.3. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PENGAWAS.
Sudah memposisikan karyawannya sebagai sumber daya selain modal dan mesin yang cukup penting untuk merealisasi hasil produksi barang dan jasa. Pengawas sangat fokus pada tujuan atau dengan kata lain target adalah kata mati yang harus dicapainya. Kadang kala pengawas yang paranoid akan menciptakan sistem dengan paradigma bahwa semua karyawan adalah manusia dengan kategori negative.
1.4. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PETANI.
Sudah memposisikan karyawan sebagai sumber daya manusia, ia sudah menyeimbangkan antara kebutuhan karyawan sebagai sumber daya dan sebagai manusia. Ia sudah memikirkan Aspek kebutuhan manusia yang amat berbeda dengan sumber daya lainnya.pola pikir dari petani adalah bahwa kunci sukses organisasi adalah kunci sukses dalam pengelolaan karyawan, ia akan memandang bahwa karyawan bagai tanaman yang menjadi sumber utama kinerja organisasi.
1.5. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PENGEMBALA.
Tipe hati kelima ini sudah kecenderungan pada keseimbangan pada sisi manusianya bukan pada sisi sumber daya. Menganggap karyawan sebagai makhluk hidup sesama ciptaan tuhan yang patut diberdayakan sesuai dengan kodrat ilahinya.karyawan sudah merupakan manusia yang menjadi sumber daya produksi diperusahaan yang dipimpinnya bukan sekedar untuk menghasilkan barang produk.
1.6. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PELAYAN.
Justru melihat karyawan sebagai subjek yang harus dilayani dan bukan subjek yang harus melayani pemimpinnya. Ia melihat stuktur organisasi sebagai piramida terbalik yang menganggap pimpinan harus mendukung karyawan agar mampu berprestasi. Prinsip segitiga terbalik inilah yang membuat sisi kemanusiaan karyawan lebih bermakna.
1.7. Pemimpin yang memiliki hati sebagai PARENT.
Pemimpin yang mempunyai hati sebagai “ayah”, kondisi hati seperti ini akan menganggap karyawan sebagai anak yang harus dibesarkan, dididik dan dikembangkan agar dapat mewarisi kepiwaian yang dimilikinya dan kursi kepemimpinan yang didudukinya saat ini, karyawan tidak diperlakukan sebagai orang lain tapi sebagai anggota keluarga yang harus dibina secara harmonis dengan unsur perasaan.

BAB II TALENTA SEBAGAI FONDASI KOMPETENSI

2.1. Pemimpi – The Dreamer
Tipe Pemimpin yang bertalenta kuat mencari visi dan misi yang baru, mencoba menghidupi misi dan visi yang dipikirkannya dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Pemimpi punya gairah untuk membuat mimpinya jadi nyata, apa yang dibayangkan dibarengi dengan merencanakan tindakan, termasuk mengubah secara Evolusi maupun Revolusi guna membuat mimpinya menjadi nyata.
2.2. Perancang – The Architect
Merupakan pemimpin yang bertalenta yang bisa menterjemahkan mimpi menjadi cetak biru yang solid dan lengkap serta mampu merangkai sistem dan infratruktur dan tahapan pembangunan kampiun bisnis yang dijalankan. Perancang piawai membuat insight dari permasalahan rumit dan mampu menggambarkan persoalan yang kompleks.
2.3. Pembangun – The buider
Ada dua sifat pada sang pembangun yaitu pertama bersikap Instan (The Instan Builder) cepat membangun sesuatu agar segera dapat menikmati hasilnya, asal jadi yang penting segera menghasilkan keuntungan yang dibutuhkan.kedua bersikap intens (The Intent Builder) sangat memperhatikan plan dan purpose, dengan konsentrasi dan upaya penuh dengan memperhatikan langkah demi langkah agar bangunnya sesuai dengan mimpi dan desain yang sudah dipikirkan secara matang.
2.4. Penajam – The Sharper
Seorang Penajam konsisten dan fokus pada pengembang bisnis yang berkesinambungan, tak ikut “aji mumpung” kala bisnis sedang bullish, tidak kalut dan melakukan short curt kala bisnis bearish. Fokusnya adalah memperkuat landasan dan struktur perusahaan serta sangat kritis dengan proses agar menghasikan tatanan bisnis yang kian kuat.
2.5. Pembaru – The Reinventer
Seorang pembaru tidak pernah puas dengan pertumbuhan organisasi yang setara dengan pertumbuhan industri, ia selalu mencari jalan keluar dari siklus yang membelenggu produk dan perusahaannya, selalu berusaha mengonversi noncustomer menjadi customer,tidak berfokus pada persaingan saat ini tetapi justru pada noncompetition arena atau dengan kata lain menciptakan pasar tanpa persaingan.
2.6. Penuai – The Harvester
Cepat dalam berpikir dan aksi, ia sigap melihat kesempatan dan cepat memutuskan, ia bukan tipe peragu dan penunda-nunda, kala kesempatan muncul dan yang lain masih menimbang alternative lain, seorang penuai sudah beraksi, penuai umumnya berorientasi pada hasil besar bukan pada biaya yang paling efisien
2.7. Pelaksana – The Operator
Mampu merumuskan target yang dibebankan dengan gamblang kepada seluruh karyawan,ia seorang komunikator ulung,mampu merumuskan kebutuhan seluruh sumber daya agar target dan sasarannya tercapai,

BAB III THE LEFT HAND OF A LEADER (THE WORKING HAND)

Untuk mewujudkannya seorang pemimpin harus fokus terhadap beberapa hal:
3.1. Customer atau pelanggan.
Pemimpin harus sadar pelanggan adalah subjek utama yang harus dilayani oleh seluruh jajaran perusahaan karena dari pelangganlah mengalir uang untuk kehidupan perusahaan.
3.2. Competitiveness atau daya saing
Pemimpin harus memperhatikan daya saing perusahaannya apakah saat ini masih
Kompetitif atau tidak, dan strategi apa yang harus dilakukan untuk tetap dapat mempertahankan daya saing lima tahun kedepan.
3.3. Channel of Distribution atau mitra kerja
Pemimpin juga harus memperhatikan Mitra kerja, dalam kondisi persaingan sempurna mitra kerja menjadi unsur hakiki yang tak boleh di pandang remeh,mitra kerja adalah kepanjangan tangan untuk menjangkau pelanggan untuk menjangkau pelanggan agar produk yang dihasilkan sampai ke tangan pelanggan.
3.4. Core Competence atau kompetensi esensial
Pemimpin harus terus memerhatikan apa yang menjadi kompetensi utama perusahaan, sampai sejauh mana tingkat kompetensi utama ini selangkah lebih baik dari pesaing dan mempertahankan kompetensi ini sehingga terus mengikuti perkembangan teknologi.
3.5. Culture and Character atau budaya atau karakter
Yang harus dilakukan pemimpin adalah Mempercayai nilai diatas bilangan, mempercayai proses diatas hasil,yakin jangka panjang lebih penting dibandingkan jangka pendek,memberi nilai lebih pada karakter dibandingkan kinerja seseorang,berupaya member keseimbangan yang wajar terhadap karyawan. Focus pada karakter berarti pemimpin harus menjadi panutan,berani berkorban untuk karyawan,berani menghargai yang berprestasi dan terus memotivasi yang gagal
3.6. Collaboration atau kolaborasi
Perusahaan tidak akan mempunyai kekuatan untuk mengembangkan segalanya sendiri, maka kolaborasi dengan pihak lain sangatlah dibutuhkan
3.7. Commercial atau Komersial
Ada empat aspek mendasar yang secara komersial harus senantiasa disiasati oleh pemimpin yaitu: Aspek pasar yakni seberapa besar pangsa pasar yang dapat diraih, Aspek arus kas masuk dan keluar,biaya dan keuntungan.

3.8. Community Development atau pengembangan komunitas
Pengembangan komunitas, masyarakat disekitar dan masyarakat luas harus menikmati esejahteraan yang dicapai oleh perusahaan.
3.9. Capital atau struktur permodalan
Modal yang kuat bak rumah dengan fondasi yang kokoh begitu juga dengan kelangsungan perusahaan.
3.10. Control atau kemandirian
Kalau kesembilan aspek tersebut mampu dikelola dengan baik maka pemimpin akan mampu mengontrol arah dan tujuannya.

BAB IV THE RIGHT HAND OF A LEADER ( THE LOVING HAND )

Beberapa peran pemimpin: sebagai Commander pemimpin yang mampu menetukan arah dan tujuan organisasi dan mampu menggerakkan seluruh karyawan berjalan pada arah tujuan yang sama, Communicator pemimpin yang mampu berkomunikasi secara terbuka dan tulus dengan karyawannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, Conductor pemimpin yang mampu menghasilkan sinergi antar individu untuk menjadi Superteam yang paling kuat dan solid, Converter pemimpin yang mampu membuat karyawan biasa menjadi karyawan yang luar biasa menjadi jawara,Comforter pemimpin yang menjadi pribadi yang menyenangkan untuk dijadikan sahabat di dalam dan di luar kerja.

Pemimpin harus juga mengetahui teknik teguran yang baik:
1. Teguran harus disampaikan dengan tepat cara
Teguran yang salah dapat mengubah seekor merpati menjadi seekor singa yang garang dalam sekejap, bahkan dapat sampai menjadi naga bonar yang menelan si penegur karena bola salju yang mengelinding menjadi sangat besar dan bahkan tidak mampu ditahan oleh siapapun.
2. Teguran harus disampaikan dengan Tepat isi
Maksud dan tujuan teguran haruslah bertujuan untukmengoreksi perbuatan bukan untuk memojokkan pribadi. Teguran yang efektif adalah membuat si anak buah menemu dan mengenali masalahnya dan jalan keluarnya tanpa merasa dihancurkan harkat dan martabatnya.

3. Teguran yang efektif adalah tepat waktu
Jangan terlalu cepat dan jangan pula terlalu lama sejak anak buah melakukan kesalahan.
4. Teguran haruslah Tepat Tempat
Sebaiknya teguran dilakukan secara empat mata jangan dilakukan dimuka umum atau dipublikasikan.
5. Tepat Fondasi
Sebaiknya teguran yang dilakukan haruslah teguran yang membangun dan dilandasi fondasi membangun seperti kasih, pengampunan, pemberian harapan, bukannya teguran menghancurkan atau membunuh karakter si anak buah

BAB V THE ACTION PLAN OF A LEADER

RENCANA PERBAIKAN MENUJU LEAD TO BLESS LEADER
Perubahan selalu dimulai dari adanya keinginan untuk berubah.keinginan yang kuat akan membentuk kemauan yang kuat,
Tiga hal yang proses yang harus dilewati untuk membentuk keinginan dan kemauan yang sehingga melahirkan suatu kesungguhan yang mendalam yaitu pertama Change of action,perubahan paradigma membentuk keinginan untuk melakukan sesuatu yang baru pada dirinya sendiri atau organisasi yang dipimpinnya. Kedua Change of Mind perubahan sudah membentuk pola pikir baru bukan hanya pola perilaku yang baru.ketiga Change of Heart, perubahan yang sudah membentuk karakter organisasi secara keseluruhan yang mengakibatkan pemimpin berubah pada karakternya pula
Tahapan perubahan antara lain tahap pertama Acquire kesadaran bahwa ada sesuatu yang harus diubah atau di perbaiki,tahap kedua Apply kesadaran yang kuat akan membentuk keinginan yang kuat dan melahirkan program untuk dilaksanakan yang telah direncanakan, tahap ketiga Appraise melakukan evaluasi implikasi dari perubahan itu terhadap pemangku kepentingan yang dijadikan sumber perubahan,tahap keempat Align ketika hasil sudah sesuai dengan target dilakukan aligment secara terstruktur dan sistematik agar perubahan itu menjadi standar baru,

Posted on March 11, 2012, in Manajemen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: