Jelang Tantangan Otomotif Tahun 2011

Setelah berhasil menutup 2010 dengan euforia penjualan yang meningkat tajam, industri otomotif nasional kini menghadapi 2011 yang penuh tantangan. Terbitnya kebijakan baru soal pembatasan bahan bakar bersubsidi, kenaikan suku bunga kredit hingga implementasi pajak progresif dan tarif baru bea balik nama (BBN) jelas menjadi faktor negatif bagi penjualan.

Pasar otomotif nasional di tahun 2010 membukukan angka penjualan whole sales sebesar 764.710 unit [naik 57% dibanding tahun 2009]. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah otomotif nasional. Di Asia Tenggara, angka tersebut masih berada di bawah Thailand yang tahun lalu diperkirakan mencapai 790 ribu unit, namun sudah mengungguli Malaysia yang hanya mencapai 604 ribu unit.

Sepanjang 2010, Daihatsu membukukan penjualan whole sales [penjualan dari pabrikan ke distributor] sebesar 118.591 unit. Pencapaian ini membuat Daihatsu mampu mempertahankan peringkat dua pasar otomotif nasional dengan market share sebesar 15,5%. Sedangkan untuk penjualan retail sales [penjualan dari distributor ke konsumen], berdasarkan data Gaikindo, Daihatsu membukukan angka 115.703 unit (market share 15,5%) sehingga tetap bercokol posisi dua besar di pasar otomotif nasional. Kontribusi penjualan terbesar masih disumbangkan oleh model Xenia (55%) disusul berturut-turut oleh Gran Max (25%), dan Terios (15%).

Tantangan Industri Otomotif 2011

Pasar otomotif nasional di tahun 2011 diprediksi akan mencapai level 800.000 hingga 850.000 unit. Daihatsu mematok target penjualan sebanyak 150.000 unit atau naik sekitar 30% dari penjualan tahun 2010. Ini untuk mempertahankan posisi dua besar di pasar otmotif nasional. Namun, target ini tentunya tidak mudah tercapai mengingat beberapa isu negatif yang menghantui pasar otomotif nasional di 2011.

Pajak Progresif dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
Untuk tahun 2011, akan ada penerapan Pajak Kendaraan Bermotor Progresif serta kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Penerapan ini merujuk pada Undang-Undang No. 29 Tahun 2009 mengenai pajak daerah dan retribusi daerah.

PKB progresif merupakan pajak kendaraan bermotor yang akan ditetapkan berdasarkan jumlah kepemilikan kendaraannya. Maksudnya, jika si A memiliki 3 mobil, maka pajak untuk ketiga mobil tersebut akan berbeda. Pajak mobil kedua lebih besar dari mobil pertama, dan mobil ketiga lebih besar dari mobil kedua, dan seterusnya. Dengan catatan, ketiga mobil itu didaftarkan atas nama A dan/atau dengan alamat yang sama.

Berikut adalah contoh simulasi biaya BBN di Provinsi Jawa Timur untuk kendaraan Model Xenia Xi dengan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor [NJKB] 102 juta Rupiah. Jawa Timur dipilih karena provinsi inilah satu-satunya yang sudah menerapkan kebijakan PKB progresif dan tarif BBNKB yang baru.

Dari tabel dapat dilihat bahwa BBNKB di Jawa Timur mengalami kenaikan 50% dari tarif 10% menjadi 15%. Sebuah kenaikan yang cukup signifikan! Sementara untuk PKB progresif, tahun 2010 semua PKB dikenakan tarif 1,5%, namun di tahun 2011 akan dihitung berdasarkan kepemilikian kendaraan bermotor yang terdaftar di database Samsat.

Ketentuan umum yang berlaku untuk PKB progresif dan tarif BBNKB ini kurang lebih adalah sebagai berikut :
a. Tidak berlaku untuk kendaraan atas nama badan usaha
b. PKB Progresif didasarkan pada nama dan/atau alamat yang sama
c. Kebijakan ini berlaku untuk semua tahun perakitan kendaraan yang didaftarkan
d. Kebijakan ini berlaku juga untuk kendaraan angkutan umum [plat kuning] dan kendaraan pemerintah/TNI /Polri [plat merah/khusus]

Khusus untuk kendaraan plat merah, bila kebijakan baru ini telah diterapkan akan terjadi perbedaan biaya BBN yang sangat signifikan. Karena di tahun 2010 untuk plat merah hanya membayarkan biaya admin STNK, admin TNKB dan SWKLLJ saja. Sedangkan dengan kebijakan yang baru, untuk plat merah akan dikenakan biaya BBNKB sesuai tarif yang berlaku dan juga PKB sebesar 0,5%.

Perlu diingat bahwa tarif PKB progresif dan tarif BBNKB ini akan bervariasi tergantung pada provinsi masing-masing lho! Jadi, selalu keep in touch dengan Samsat setempat, ya…

Penghapusan BBM bersubsidi
DALAM waktu dekat, pemerintah akan mengesahkan kebijakan baru berupa penghapusan subsidi BBM. Alasannya, untuk menghemat dan mengurangi defisit APBN. Sekedar informasi, untuk setiap penambahan premium 1 juta liter, pemerintah harus merogoh kocek minimal 1,9 triliun. Saat ini wacana yang beredar menyebutkan adanya dua opsi seputar penghapusan subsidi BBM. Opsi pertama, penghapusan akan diberlakukan kepada seluruh kendaraan berplat hitam tanpa mempertimbangkan tahun kendaraan. Sedangkan opsi kedua, penghapusan subsidi akan diberlakukan untuk kendaraan ber plat hitam untuk tahun 2005 ke atas. Kedua opsi ini masih digodok untuk diputuskan oleh pemerintah.
Implikasi nyata dari penghapusan subsidi BBM adalah, konsumen harus beralih dari premium [Rp. 4.500/liter] ke pertamax [Rp. 7.850/liter]. Sedikit berkalkulasi, bila setiap bulan satu mobil membutuhkan 150 liter BBM (asumsi: jarak tempuh per hari 50 km dan 1 liter bensin bisa menempuh 10 km), maka akan ada tambahan biaya sebesar Rp 502.500 akibat konversi premium ke pertamax.
Namun jika jeli, konversi premium ke pertamax ini sejatinya bisa dijadikan selling point. Karena pertamax yang memiliki RON/Oktan 92 dan bebas timbal akan menghasilkan pembakaran mesin yang lebih optimal dan efisien dibandingkan dengan premium yang memiliki nilai RON/Oktan 88. Jadi, pemakaian bahan bakar bisa lebih irit dan kondisi mesin kendaraan menjadi lebih prima.

Kenaikan suku bunga
Bank Indonesia dikabarkan akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Gubernur Bank Indonesia sedang mencari waktu yang tepat dengan memperhatikan laju dan tekanan inflasi ke depan. Kenaikan suku bunga ini disinyalir merupak an efek lanjutan dari adanya penghapusan BBM bersubsidi yang rencananya akan mulai diberlakukan di area Jabodetabek pada kuartal kedua tahun 2011.

Rencana kenaikan suku bunga BI ini dapat menyebabkan dampak positif sekaligus negatif pada perekonomian Indonesia. Di sisi positif, kenaikan suku bunga bisa menjadi insentif agar orang lebih banyak menabung. Akibatnya, inflasi dapat ditekan, karena turunnya minat orang untuk melakukan aktivitas konsumsi.

Namun, kenaikan suku bunga ini juga bisa berdampak negatif terhadap dunia usaha terkait kenaikan suku bunga di bank komersial. Naiknya suku bunga bisa menyulitkan kalangan pengusaha yang ingin meminjam modal untuk mengembangkan usahanya. Termasuk di dalamnya adalah preferensi pembelian kendaraan via kredit.

Banyaknya tantangan yang menjelang di tahun 2011 ini jangan membuat kita takut dan pasrah menerima keadaan. Jadikan tantangan sebagai pelecut untuk berusaha lebih baik dan kreatif lagi. Mari kita buat Daihatsu tetap berkibar di pasar otomotif nasional..
Ganbate Kudasai !!… [baca : tetap semangat]

Posted on February 3, 2011, in Manajemen. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Iya tantangan untuk industri otomotif.. tapi bagus buat mengurangi kemacetan jalan

  2. Naek Busway Aja…xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: