Refleksi Kesejahtraan Bangsa dalam Kebijakan Perberasan Nasional

Indonesia, hampir 62 tahun bangsa ini merdeka dan kita telah merasakan banyak kemajuan yang didapat di alam kemerdekaan ini dibandingkan dengan saat kita masih terjajah. Namun bila dicermati ternyata kemajuan yang dicapai oleh bangsa kita ini relative tertinggal dari kemajuan bangsa-bangsa lain, tengoklah Negara tetangga kita Singapura atau Malaysia. Dari beberapa indikator dapat dilihat ekspor Negara kita masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia begitu pula denganlaju pertumbuhan ekonomi.

Salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kesejahtraan bangsa adalah pertanian. Dalam pidatonya Bung Karno berkata “Aku bertanja kepadamu, sedangkan rakjat Indonesia akan mengalami tjelaka, bentjana, mala-petaka dalam waktu yang dekat kalau soal makanan rakyat ini, bagi kita adalah soal hidup atau mati…Tjamkan, sekali lagi tjamkan, kalau kita tidak “aanpakkan” soal makanan rakjat ini setjara besar-besaran, setjara radikal dan revolusioner, kita akan mengalami malapetaka”. Sangatlah fundamental jika asek pertanian khususnya pangan ini menjadi hal yang sangat penting dan sangat menentukan kesejahtraan bangsa.

Salah satu komoditi pertanian dan pangan bangsa Indonesia adalah beras. Beras merupakan komoditi yang Strategis-Protektif, kebijakan perberasan berdampak Ekonomi,  Sosial, Politik dan Hankam, karena (1)Pangan pokok bagi lebih dari 95% penduduk Indonesia (2) Usaha tani padi  memberikan kesempatan kerja dan  pendapatan bagi lebih  dari 100 juta penduduk dengan luas tanam sekitar 11,5 juta hektar per tahun (3) Berusaha tanam padi sudah dilakukan secara turun temurun dan secara teknis mudah dilakukan. (4) Harga beras di dalam neger relatif paling murah jika di bandingkan negara-negara produsen beras di dunia.

Kebutuhan masyarakat akan beras semakin mengalami kenaikan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Tahun 2007 diperkirakan konsumsi beras penduduk Indonesia adalah 139,15 kg. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 220 juta jiwa, maka kebutuhan konsumsi beras adalah sekitar 30,61 juta ton (30,61 juta ton x 1,58 = 48,35 juta ton GKG), ditambah dengan kebutuhan benih 2 % (0,61 juta ton beras setara 0,97 juta ton GKG) dan susut tercecer 5,4 % (1,65 juta ton beras setara 2,61 juta ton GKG).   Apabila ditambah dengan “Buffer stock” sebesar 2 juta ton beras (3,16 juta ton GKG), maka total kebutuhan didalam negeri menjadi 55,09 juta ton GKG atau 34,87 juta ton beras.

Sangatlah ironis keadaan yang menimpa pertanian di negeri ini, data menunjukan bahwa kebutuhan beras semakin meningkat, seharusnya kenyataan ini diikuti dengan makin meningkatnya kesejahtraan bangsa khususnnya para petani. Akan tetapi keadaannya tidaklah demikian. Kondisi petani dinegeri ini sangatlah memprihatinkan. Petani umumnya berskala sempit dengan rata-rata skala pengusahaan usaha tani padi hanya 0,3 Ha. Sekitar 70% petani padi termasuk golongan masyarakat miskin dan umumnya menghadapi keterbatasan akses terutama pembiayaan. Keluarga petani hampir selalu membutuhkan dana tunai segera setelah panen, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga maupun untuk mengganti pinjaman biaya produksi. Disamping itu petani,  merupakan kelompok sosial yang lemah secara politik dan Ekonomi.

Menghadapi keadaan yanag seperti ini, seharusnya pemerintah mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat khususnya petani. Namun ada beberapa tindakan pemerintah yang justru malah mengecewakan hati para petani. Kebijakan impor beras adalah salah satu kebijakan yang sangat menyakitkan bagi para petani, disaat beberapa daerah mengalami surplus namun pemerintah melalui Bulog malah mendatangkan beras dari luar negeri yang berkualitas rendah.selain itu kebijakna pemerintah melalui Inpres No. 13 tahun 2006 tenteng penetapanharga dasar gabah dinilai tidak memihak kepada petani. Berdasarkan Inpres No. 13 tahun 2006 pada tanggal 1 Januari  2006 pemerintah menyesuaikan Harga beras Pembelian Pemerintah(HPP) oleh Bulog dari Rp. 2.790/kg di gudang Bulog menjadi Rp.3.550/kg sedangkan harga  Gabah Kering Giling (GKG) dari Rp. 1.765/kg di gudang Bulog menjadi Rp. 2.250/kg di penggilingan, dan harga Gabah Kering Panen (GKP) dari Rp. 1.330/Kg menjadi Rp. 1.730/Kg di penggilingan.

Ada beberapa hal mendasar yang perlu disikapi atas inpres no. 2 tahun 2005 dan inpres no. 13 tahun 2006, yaitu (1) Inpres tersebut tidak mencantumkan terminologi “harga dasar” yang mencerminkan pemihakkan dan perlindungan petani serta pengamanan harga dasar gabah oleh pemerintah. Petani adalah pelaku penting atau paling strategis dalam sistem perberasan. Kebijakan perberasan ini telah menggeser mazhab stabilisasi kearah mazhab ekonomi pasar. (2) Tidak memberlakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti produk strategis lainnya. Besaran HET adalah 25 % lebih tinggi dari HDPP. HET untuk melindungi konsumen, harga dasar untuk melindungi petani. (3) Tidak memuat butir-butir rencana Pemerintah secara jelas dan komprehensif untuk mencapai swasembada beras.

Selain itu peran Bulog sangatlah kurang terasa bahkan ada beberapa yang sangat merugikan petani, Bulog yang semula didirikan dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu menjaga harga dasar pembelian gabah/beras, stabilisasi harga dasar gabah/beras, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, kini telah berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum), artinya kegiatan usaha Bulog akan cenderung berorientasi bisnis.lingkup usaha yang dilakukan oleh Bulog diantaranya usaha pergudangan, survey dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan gula pasir, usaha eceran, pusat perkulakan pangan terpadu. Dapat kita lihat bahwa peran kegiatan Bulog ini terlalu jauh melenceng dari tugas pokoknya.

Sangatlah masuk akan bila dunia pertanian khususnya perberasan ini belum mampu mengangkat kesejahtraan bangsa. Selilas gambaran diatas memberikan bukti bahwa penanganan masalah pertanian dan perberasan masih dilakukan dengan tidak serius dan tidak memihak rakyat ataupun petani. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu tindakan nyata untuk memperbaiki pertanian dan perberasan kita, demi terwujudnya kesejahtraan bangsa

Posted on September 7, 2010, in Pertanian dan Teknologi Pangan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: