PEDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER

Pendidikan adalah sebuah proses yang sangat penting untuk pembentukan kualitas SDM dan secara langsung akan berpengaruh pada aspek kemajuan suatu bangsa. Dalam pertemuan dunia tentang pendidikan di Dakar tahun 2000, telah disepakati bahwa pada tahun 2015 semua anak usia sekolah harus dapat ditampung dan bersekolah di sekolah dasar. Selain itu aspek pendidikan anak usia dini pun sangat diprioritaskan. UU N0.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa anak Indonesia perlu mendapatkan pendidikan sejak lahir sampai usia sebelum memasuki pendidikan formal. Sejalan dengan itu pemerintah Indonesia pun berusaha sekuat tenaga untuk dapat meningkatkan kemajuan pendidikan nasional. Melalui Rencana Strategis Pembangunan (Renstra) Pendidikan Nasional 2005-2009, pemerintah berniat untuk memperluas akses masyarakat memesuki pendidikan formal, meningkatkan mutu serta manajemen pendidian di Indonesia yang lebih bertanggung jawab.

Saat ini proses pendidikan khususnya penddikan dasar dan menengah kurang memperhatikan aspek perkembagan perilaku dan karakter anak. Saat ini penilaian keberhasilan pendidikan cenderung hanya dinilai pada aspek kuantitatif. Di sekolah criteria kepandaian anak hanya dilihat pada sebatas angka-angka yang tertera pada rapornya. Nilai-nilai kepribadian dan karakter seperti kejujuran, motivasi, kerjasama, sikap, kemandirian sangat jarang menjadi prioritas untuk diperhatikan. Padahal justru kepribadian dan karakter inilah yang lebih menentukan kualitas hidup seseorang dimasa depan yang berimbas pada kualitas suatu bangsa.

Hampir di semua sekolah baik itu sekolah negeri ataupun swasta, penekanan dari proses pendidikannya adalah pada aspek materi mata pelajaran. Seorang guru umumnya menyatakan bahwa murid ini pintar atau murid itu bodoh hanya dilihat dari nilai-nilai ulangan ataupun ujian-ujian lainnya dengan kata lain bagaimana kemampuan siswa-siswa untuk menjawab soal yang diberikan. Sehingga hampir di banyak sekolah saling berlomba-lomba untuk meningkatkan kecerdasan (Intelegensi) dari siswa-siswanya.

System dan cara-cara pengelolaan pendidikan secara umum masih berpusat pada aspek penilaian akademis dan masih mengesampingkan aspek karakter dan sikap siswa. Seorang guru yang mengajar di kelas secara umum masih mamfokuskan pada materi-materi pelajaran yang memang telah menjadi targetan untuk disampaikan. Setelah materi disampaikan biasanya guru bertanya apakah siswanya mengerti, setelah itu ia memberikan soal kemudian pekejaan rumah. Rutinitas yang terjadi secara tidak langsung akan memberikan mind set di pikiran siswa dan guru bahwa itulah pendidikan.

Dengan system pendidikan sekarang dimana waktu belajar dikelas semakin diperlama, umumnya pukul 07.00 s.d. 15.00, Karena tuntutan untuk menjadi siswa pandai banyak anak yang setelah selesai sekolah mereka menyambungnya dengan bimbingan belajar sehingga membuat mereka tidak memiliki waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk masyarakat didalamnya. Sehingga menjadikan mereka kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Yang membuat kepekaan sosial mereka rendah yang tentunya kan berimbas terhadap pembentukan karakter mereka

Mereka lupa bahwa ada aspek yang teramat penting yaitu karakter dan perilaku siswa. Untuk aspek yang satu ini justru kurang mendapatkan prioritas dari pihak sekolah. Bayangkan dengan system yang seperti itu hanya berapa persen aspek karakter dan perilaku mendapatkan porsi untuk diperhatikan?. Seorang guru, dengan targetan menyampaikan materi pelajaran dan membuat semua siswanya paham terhadap materi pelajaran yang disampaikannya, membuatnya kehilangan kesempatan untuk menyampaikan pesan moral yang berisi tentang nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk karakter dan perilaku siswanya.

Memang di sekolah telah disediakan sebuah tim konseling yang  berfungsi sebagai tempat curhat, konsultasi, menyampaikan berbagai masalah, juga memonitor perkembangan siswa. Namun hal itu tidak lah cukup, dengan terbatasnya personel dari tim konseling tersebut dimana satu konselor membimbing ratusan bahkan sampai seribu siswa, maka monitoring terhadap siswa pun tidak efektif, selain secara umum hanya dilakukan di akhir semester , tim koneling pun jarang yang berperan aktif dengan melakukan program untuk memonitor perkembngan siswa, mereka cenderung dengan pasif menunggu datangnya keluhan atau masalah dari siswanya.

Sebenarnya peran pendidikan tidak hanya berada ditangan sekolah, orang tua pun memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak. Namun sekarang sepertinya tidak ada singkronosasi antara kedua unsure substansial tersebut. Banyak orang tua yang melepaskan dan mempercayakan sepenuhnya pendidkan untuk anaknya kepada sekolah, padahal jika dilihat dari system yang ada di sekolah sendiri maka hanya aspek materi pelajaran saja yang disentuh sementara aspek karakter dan perilakunya jarang sekali tersentuh.

hubungan antera pihak sekolah dengan orang tua siswa  terbatas hanya pada hubungan yang bersifat admisistratif saja. Orang tua siswa diminta untuk datang kesekolah biasanya hanya untuk mengurus masalah SPP, pembagian raport, dan kalau ada masalah serius seperti perkelahian, kasus narkotika, ataupun hal lain yang telah diluar batas kewajaran. Jarang sekali ada sekolah yang secara rutin misal sebulan sekali melakukan komunikasi dengan orang tua. Jarang sekali ada pihak sekolah secara kontinu melaporkan perkembangan siswanya ke orang tua, tidak hanya perkembangan akademisnya namun yang terpenting adalah perkembangan dari karekter dan perilaku siswanya.

Pendidikan kita memang telah cukup berhasil menghasilkan orang-orang yang cerdas. Lihat saja fakta tim olimpiade sains Indonesia banyak yang menjadi juara dalam lomba-lomba olimpiade sains, para pemimpin bangsa ini hampir semuanya adalah orang yang berpendidikan tinggi, kebanyakan dari mereka lulus S3 di perguruan tinggi top dalam ataupun diluar negeri. Namun menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa bangsa Indonesia masih terpuruk baik itu dari aspek ekonomi, kualitas SDM, dan pendidikan itu sendiri.

Ternyata orang –orang yang  yang pintar secara akademis (intellectual) saja tidaklah cukup untuk memberikan kemajuan terhadap bangsa ini. Justru banyak orang-orang yang pintar secara akademis (intellectual) itu malah menjadi perusak bangsa, dengan berbagai praktek yang merugikan bangsa seperti korupsi atau trik-trik lainnya yang hanya memberikan keuntungan bagi orang tersebut yang apabila dilakukan oleh orang-orang yang pintar justru kejahatan-kejahatan itu terlihat manis dan sulit terungkap, sehingga bangsa akan semakin dirugikan dan masyarakat semakin sengsara.

Sehinga tidak hanya orang yang pintar secara akademis (intellectual) saja yang diperluakan. Justru orang yang memiliki kecerdasan dalam karakter dan perilakunya lah yang sangat diperlukan. Orang tersebut tidak akan melakukan hal-hal yang merusak bangsa dan merugikan masyarakat karena mereka telah memiliki karakter dan kerpribadian yang baik, akan tetapi mereka  akan memiliki tanggung jawab dalam melakukan amanah, jujur dalam setiap beraktifitas, memiliki komitmen dan kesungguh-sungguhan dalam memajukan bangsa

Posted on September 7, 2010, in Sosial Kemasyarakatan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: