Mencari Solusi Krisis Pangan Nasional

Kekurangan Pangan, baik beras maupun kedelai mengakibatkan harga melambung cukup tinggi, sehingga memberikan sumbangan kepada tingginya angka inflasi dalam perekonomian nasional dan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran nasional.

Tingginya ketergantungan kita terhadap import dari luar negeri terutama Amerika terhadap beberapa komoditas antara lain beras, jagung, kedelai dan tebu/gula yang tentunya sangat mempengaruhi terhadap stabilitas ketahanan pangan nasional.

Adanya kebijakan pemerintah tentang pemberian subsidi beras miskin (raskin), sehingga telah memberi perubahan terhadap pola makan yang mengakibatkan kebijakan pemerintah tentang diversifikasi pangan berjalan kurang efektif.

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi sumber daya alam berupa lahan yang luas, namun saat ini tengah mengalami degradasi lingkungan, sehingga menurunnya tingkat produktifitas lahan sedangkan kondisi ini sangat bertentangan dengan apa yang kita harapkan.

Di sisi lain ada potensi besar yang bisa digarap di negeri ini. Namun sayangnya, belum ada kebijakan nasional dalam mendorong percepatan pengembangan kawasan dimaksud, dengan ragam alasan, seperti: kondisi sosial ekonomi yang belum mendukung antara lain terbatasnya infrastruktur, terbatasnya jumlah tenaga kerja, jangkauan/transportasi yang jauh dari pusat pemasaran, sehingga saat ini pemerintah lebih mengambil langkah-langkah yang bersifat sporadis jangka pendek melalui import bahan-bahan kebutuhan pangan.

Padahal langkah tersebut sangat merugikan kepentingan nasional saat ini dan masa mendatang karena terjadinya pemborosan devisa negara dan pengorbanan terhadap harkat dan martabat bangsa sebagai negara agraris.

Kekurangan pangan dan energi nasional akan lebih parah lagi di masa mendatang mengingat saat ini telah terjadi pemanfaatan komoditas pertanian (tebu, kedelai, ubi kayu, jagung dll) sebagai bahan baku penghasil bahan bakar yang selama ini digunakan berasal dari bahan baku fosil.

Langkah Penyelamatan

Perlu diambil langkah-langkah kebijakan nasional berupa perwilayahan komoditas melalui studi analisis keunggulan komparatif komoditas unggulan setiap wilayah atau daerah kabupaten, agar efektivitas alokasi dana subsidi pemerintah dan perbankan untuk mendorong percepatan pengembangan komoditas tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Menyiapkan master plan, bisnis plan dan site plan kawasan sentra produksi komoditas unggulan nasional pada masing-masing daerah tersebut. Menyiapkan pendanaan secara khusus untuk membangun sistem agribisnis pada kawasan tersebut dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat petani.

Membagi sistem agribisnis dalam sub sistem-sub sistem mulai dari hulu sampai hilir, sehingga dapat ditangani oleh masing-masing stake holder secara konsisten dan terpadu. Misalnya : masyarakat petani hanya menangani sub sistem proses tanam, pelihara dan panen. Sedangkan pemerintah menangani pembukaan dan pengolahan lahan serta perbenihan dan infrastruktur pendukung. Sedangkan pihak swasta menangani mekanisasi pertanian, pasca panen dan marketing.

Perlu adanya kebijakan khusus dari pemerintah untuk beberapa komoditas pertanian yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti beras, jagung, kedelai, gula atau tebu, minyak kelapa sawit, dan sebagainya, yang mulai dari proses hulu sampai hilir terutama penetapan harga dasar yang tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Menangani masalah infrastruktur dasar yang ada kaitannya dengan pengembangan kawasan tersebut antara lain prasarana transportasi, irigasi, pergudangan, pabrik agroindustri dll pada kawasan sentra produksi komoditas pangan dan bahan baku energi secara menyuluruh.

Meninjau kembali kebijakan subsidi beras miskin (raskin) yang sebenarnya bukan untuk kepentingan ketahanan pangan nasional, namun hanya sekedar kepentingan politis. Sebaiknya dibuat program pengembangan lumbung pangan pada setiap daerah ditingkat distrik dan kabupaten sesuai dengan kondisi kebutuhan pangan penduduk setempat.

Mengembangkan pusat-pusat riset teknologi perbenihan dan pengolahan hasil serta pengembangan sumberdaya manusia pada setiap daerah kawasan sentra produksi komoditas tersebut sesuai hasil analisis keunggulan komparatif daerah dimaksud.

Kawasan Timur Berprospek

Oleh karenanya, saat ini perlu ada keberanian kebijakan pemerintah pusat secara konkrit untuk membangun Kawasan Timur Indonesia (KTI) karena saat ini potensi luas lahan terbesar yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi pangan dan energi nasional berada diwilayah KTI khususnya Kabupaten Merauke yang berada di Provinsi Papua.

Wilayah ini memiliki potensi lahan basah dan kering seluas 2,5 juta Ha dan merupakan lahan aluvium yang datar dan subur. Apabila hal ini dapat ditangani secara sungguh-sungguh, maka akan memberikan kontribusi sebesar 20 % dari kebutuhan pangan nasional

Posted on September 7, 2010, in Pertanian dan Teknologi Pangan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: