Fenomena Korupsi dan usaha pencegahannya

Di perhelatan internsional nama Indonesia memang cukup unik, di beberapa hal Indonesia sangat terkenal dan diperhitung seperti pada cabang olahraga bulu tangkis, namun ada juga hal yang menjadikan Indonesia dipandang sebelah mata misalnya di sepak Bola. Namun uniknya ada sebuah fenomena buruk yang dengannya membuat bangsa ini menjadi sangat terkenal, fenomena apakah itu? Fenomena itu adalah korupsi.

Korupsi telah menjadi hal biasa dalam masyarakat Indonesia, bahkan seperti telah mendarah daging. Kalau berbicara tentang korupsi, seringkali respon dari kebanyakan masyarakat hanya datar – datar saja, bahkan ada yang menganggap biasa, lain halnya kalau kita berbicara tentang seorang pencopet atau maling ayam yang tertangkap, maka hujatan dan sumpah serapah terhadap pencopet dan maling sial tersebut akan berhamburan, bahkan sang maling tersebut akan menjadi buan-bulanan masa dengan penyiksaan dan penganiayaan lainnya, tapi bagaimana dengan sang koruptor?

Para koruptorlah yang sangat bertanggung jawab atas keadaan bangsa sekarang ini, bagaimana tidak, uang negara telah mereka habiskan, entah sudah berapa kerugian negara yang diakibatkan oleh maling berkedok pelayan masyarakat ini. Namun mereka sendiri justru malah mendapatkan alam kebebasan dan makin enak mengeruk kekayaan masyarakat tanpa sedikitpun tersentuh oleh payung hokum.

Perilaku korupsi pun terjadi tidak hanya dikalangan elit saja, masyarakat Indonesia pun dalam perilakunya sehari-hari seperti sudah terbiasa dengan apa yang namanya korupsi tersebut. Jika melihat definisi korupsi yang dikeluarkan oleh KPK melalui buku saku dengan judul “Memehami Untuk Membasmi” maka perilaku-perilaku yang sering dilakukan masyarakat ataupun aparatur negara yang biasa kita anggap lumrah ternyata adalah korupsi dan berotensi merugikan masyarakat dan negara.

Karena telah begitu mendarah dagingnya korupsi ini dimasyarakat maka diperluka tindakan tindakan yang tepat untuk menanganinya. Tindakan untuk melakukan pembrantasan korupsi telah dilakukan sejak zaman dahulu dimulai dari tahun 50an saat presiden sukarno berkuasa, namun kini ½ abad telah berlalu namun korupsi masih saja ada bahkan semakin merajalela.

Rasanya seperti mustahil untuk dapat memberantas korupsi hingga keakar-akarnya melihat fenomena sperti diatas. Namun setidaknya diperlukan upaya untuk menekan angka korupsi sabil terus mencari solusi untuk benar-benar memberantas korupsi hingga keakar-akarnya. Menurut Muhd. K. Salim seorang pengamat korupsi, beliau mengatakan beberapa hal yang mugkin dapat mnjadi pertimbangan untuk mengurangi korupsi diantaranya :

  1. 1. Kontrol sosial dari masyarakat, yang menyadari bahwa perbuatan korupsi merugikan semua orang, dan korupsi uang negara adalah perbuatan jahat yang direncanakan dan menyengsarakan rakyat. Bahwa koruptor itu berjuta kali lebih jahat dan kejam dari segala perbuatan kriminal lainnya. Dan perbuatan korupsi adalah perbuatan manusia bejat serta tidak bermoral. Wacana-wacana diatas jika telah booming mungkin bisa membuat koruptor sedikit malu atas perbuatannya.
  2. Sistem hukum yang berlaku, seharusnya dalam pelaksanaan sistem hukum negara kita jangan ada perbedaan perlakuan dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun, kalau maling ayam ketangkap masuk tahanan, sang pejabat yang ada bukti awal korupsi juga seharusnya segera dimasukkan dalam tahanan. Pelaku kriminal lainnya hanya boleh dibesuk pada jam dan waktu yang telah ditentukan, sang koruptor harusnya juga diperkakukan sama. Seringkali pihak aparat penegak hukumnya seolah – olah kalah wibawa dengan sang koruptor, jelas ini masalah moral dan mental yang perlu segera dibenahi.
  3. 3. Sistem pendidikan, mungkin dapat dirancang untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai setingkat SLTP, yang menanamkan kepada anak didik tentang hak dan kewajiban warga negara atas negaranya, juga menanamkan rasa memiliki negara ini, dengan mengajarkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi, akibatnya, dan rasa kebenciannya terhadap korupsi, sehingga anak – anak koruptor tidak dengan
  4. 4. Undang – undang korupsi, yang berlaku saat ini, terlampau banyak celah dan kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh koruptor. Berlakukan undang – undang korupsi pembuktian terbalik dengan tambahan bahwa yang dapat dijerat dengan undang – undang ini termasuk keluarga sang pejabat
  5. 5. Seleksi penerimaan Pegawai Negeri, Cara penerimaan pegawai negeri yang sampai hari ini tidak jelas ujung pangkalnya perlu sesegera mungkin dibenahi, dan dengan prinsip dasar transparan. Sehingga jelas apa dasar dan alasan seseorang diterima menjadi pegawai negeri, juga pengangkatan pejabat yang sampai hari ini masih kacau balau.

Tindakan-tindakan diatas sebagian telah dilakukan, hanya saja belum maksimal baik dari pelaksanaan maupun hasilnya. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sebenarnya sangatlah penting yaitu apek pencegahan. Kegiatan pencegahan dilakukan dengan menanamkan aspek-aspek moral dan pendidikan akhlak sedini mumgkin, karena kedua aspek inilah yangakan menjadi perisai dalam menjalankan kehidupan, sehngga harapannya tindakan korupsi telah terperisai dari dalam diri manusia itu sendiri.

Posted on September 7, 2010, in Sosial Kemasyarakatan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: