Fenomena Dibalik Semaraknya Makanan Jajanan

Makanan jajanan (street food) telah menjadi suatu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Data hasil survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (1999) menunjukkan bahwa persentase pengeluaran rata-rata per kapita per bulan penduduk perkotaan untuk makanan jajanan meningkat dari 9,19 persen pada tahun 1996 menjadi 11,37 persen pada tahun 1999 dan akan terus mengalami tren kenaikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dari data tersebut, kita dapat melihat bahwa jumlah makanan jajanan tersebut semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan makin bertambahnya aktivitas penduduk, mengingat makin terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah makanan sendiri. Selain itu makanan jajanan memiliki  beberapa keunggulan diantaranya murah dan mudah didapat, serta cita rasanya yang enak dan cocok dengan selera kebanyakan masyarakat.

Meskipun memiliki beberapa keunggulan tersebut, ternyata makanan jajanan memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Menurut badan kesehatan dunia WHO, jajanan di Indonesia tidak menerapkan standar yang direkomendasikan WHO itu sehingga dinilai berkualitas buruk dan tak memenuhi standar gizi. Selain itu penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan ataupun pemakaian bahan tambahan pangan dengan dosis yang sangat tinggi melebihi standar yang ditentukan sangat sering sekali ditemukan pada makanan jajanan.

Ambil contoh kasus terakhir di Kota Semarang pada Kamis (15/12). Saat itu, tercatat 19 siswa SDN Kalibanteng Kidul 01-03 harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Tugurejo Semarang. Mereka keracunan setelah mengonsumsi jajanan yang dijual pedagang di luar sekolah. Makanan yang diduga mengandung racun tersebut berasal dari mi yang diberi saos. Jajanan yang dijual dengan harga Rp 500 per buah itu, setelah pengujian laboratorium dinyatakan mengandung zat pewarna buatan.

Pamakaian bahan tambahan pangan yang sering dilakukan adalah dengan memberikan pewarna. Pemberian pewarna pada makanan yang aman telah diatur melalui peraturan Menteri Kesehatan RI No. 772/Menkes/Per/IX/88, yang mengatur mengenai pewarna yang dilarang digunakan dalam pangan, pewarna yang diizinkan serta batas penggunaannya, termasuk penggunaan bahan pewarna alami. Namun masih banyak produsen terutama industri kecil dan rumah tangga yang menggunakan pewarna yang tidak diizinkan misalnya pewarna untuk tekstil atau cat. Beberapa pewarna terlarang dan berbahaya yang sering ditemukan pada pangan, terutama pangan jajanan, adalah Metanil Yellow (kuning metanil) yang berwarna kuning, dan Rhodamin B yang berwarna merah yang lazimnya digunakan untuk pewarna tekstil.

Penggunaan pewarna yang dilarang ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan rhodamin B dapat menyebabkan  kerusakan pada organ hati. Pada uji terhadap mencit, diperoleh hasil terjadi perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan disekitarnya mengalami disintegrasi atau disorganisasi. Lebih jauh lagi, rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur. Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia.

Menyadari kenyataan bertapa sangat rawannya penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan ataupun yang melebihi kadar yang ditentukan pada produk pangan dan bertapa bahaya penggunanya terhadap kesehatan manusia, maka diperlukan suatu tindakan nyata sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut

Posted on September 7, 2010, in Pertanian dan Teknologi Pangan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

a journey to live a personal legend

But the secret in life is to fall seven times, and rise up eight times

rossaochana

Just another WordPress.com site

Wonojatun - weje26

Saya menulis ketika ingin dan tak ingin, menerjemahkan rasa pada deretan kata.

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Catatan Pemikir Bodoh

krauk-krauk, nyam-nyam...^^

Ladang Pikiran

Learn | People | Nation | Travel | Hobbies | Economics | Agriculture | Insight | Photography | Journey | Personal Life | Thought

dinie hz

ada ilmu yang disimpan dan dibagikan di sini

Cerita Mitra Masyarakat Mandiri

Empowerment l Synergy l Partnership

iko15

Just another WordPress.com site

Ahmadchairullah's Blog

Just another WordPress.com site

Akusmayadi's Weblog

Just another WordPress.com weblog

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Anriani's Blog

Just another WordPress.com site

Ginantaka's Blog

Just another WordPress.com site

Hidayat Wali

think globally, act locally, seem ecologically

gmjeep

Just another WordPress.com site

Ariawiyana

Lihat, Dengar, Rasakan

Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

%d bloggers like this: