Otak dan Perilaku Manusia

Perilaku kita sehari-hari adalah refleksi dari pola piker kita. Kebiasaan kita berperilaku dikendalikan oleh ”program” dalam otak kita. Program ini yang membuat kita mampu melakukan suatu perbuatan tanpa harus memikirkannya terlebih dahulu. Harus kita pahami bahwa semua program yang ada di dalam otak kita dibangun oleh diri kita sendiri dan umumnya dibangun tanpa kita sadari.

Dalam bahasa otak program ini disebut neural path-way, yang merupakan sistem pilot otomastis yang mempermudah kita dalam melakuka aktivitas sehari-hari.Bayangkan bertapa repotnya kita jika saat berjalan, menulis ataupun berbicara harus selalu “berpikir” terlebih dahulu sebelum melakukannya. Bayangkan seorang yang baru belajar mengendarai mobil dengan orang yang sudah mahir dalam mengendarai mobil. Orang yang sudah mahir akan langsung tanpa harus “berpikiri” terlebih dahulu dalam menginjak gas, rem, atau kapan harus mengambil tikungan. Sementara orang yang baru belajar pasti akan kesulitan dalam melakukan hal tersebut.

Jika kita sudah terbiasa manulis dengan tangan kanan, kemudian kita coba menulis dengan tangan kiri, tentunya akan ada kesulitan dan rasa tidak nyaman. Kesulitan dan ketidak nyamanan tersebut karena belum ada neural path way yang terbentuk dalam diri kita terkait menulis menggunakan tangan kiri dan tentunya kita keluar dari comfort zone yang sebelumnya telah terbentuk terkait kebiasan menulis.

Berubah dari kebiasaan lama atau dari comfort zone pada dasarnya adalah membangun neural path-way baru bahkan mengubah atau mengganti neural path-way yang sudah ada. Rasa tidak nyaman atau adanya penolakan untuk berubah disebabkan adanya perbedaan di dalam “program” di dalam otak kita tersebut. Pertanyaannya apakah kita akan membiarkan diri kita dikendalikan oleh “pilot otomatis” atau “program” di dalam otak kita tersebut. Disininlah perbedaan seseorang yang menjadi tuan (master) dengan seseorang yang menjadi budak dari otaknya.

Pembelajaran atau suatu perubahan pada diri setiap orang adalah suatu proses meningkatkan diri menjadi master dari otak kita sendiri. Kita seharusnya menentukan pilot otomatis kita, mana yang akan dibangun, mana yang akan dihilangkan atau diganti, dan mana yang harus diperkuat dan dipelajari lagi, sehingga membuat kita mampu selalau memiliki perilaku kompetitif yang berkelanjutan

Seorang pemimpin adalah seorang yang menjadi master dari otaknya. Seorang pemimpin pada era sekarang ini harus mampu mambangun neural path-way dan mengubah neural path-way lainnya. Neural path-way yang membuatnya memiliki perilaku pembelajaran dan selalu siap serta mampu menghadapi perubahan dengan baik dan tidak resisten terhadap sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan dirinya. Yang mampu keluar dari comfort zone dan siap sekaligus memiliki keinginan untuk maju dan lebih baik dari sebelumnya.

Disarikan dari salah satu Bab dalam buku Brainware Leadership Mastery.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s