Kredibilitas dan Integritas

Kapasitas lainnya yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan untuk menjadi role model bagi para konstituennya melalui kredibilitas dan intergritas yang ia bangun. Seorang pemimpin akan mempunyai wibawa di mata konstituennya jika Ia mampu memainkan fungsi role modeling ini secara efektif dan fungsi ini akan bisa terwujud jika si pemimpin mempunyai kredibilitas dan integritas.

Disini perlu diperjelas terlebih dahulu mengenai dua terminologi ini mengingat banyaknya definisi mengenai dua istilah ini. Sebenarnya kedua istilah ini memiliki kesamaan yaitu bahwa keduanya menjadi sumber terbentuknya trust bagi si pemimpin di kalangan konstituennya. Bedanya kalau kredibilitas lebih menyangkut “head” (otak) yaitu kemampuan olah pikir yang mencakup antara lain intelegensia, keterampilan, kompetensi (hard skill). Sedangkan integritas lebih menyangkut “heart” (hati) yaitu kemampuan olah nurani yang mencakup antara lain kejujuran, ketulusan, komitmen dan sebagainya.

Kredibilitas terbangun melalui dua unsur yang sangat penting yaitu kapabilitas (kompetensi) dan pengalaman. Akan sulit rasanya jika seorang pemimpin tidak memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang yang ia pimpin. Sementara itu integritas dibangun melalui tiga unsur penting yaitu nilai-nilai yang dianut oleh si pemimpin (values), konsistensi, dan komitmen. Nilai-nilai merupakan pegangan dari si pemimpin dalam bertindak. Intergritas ini akan semakin kokoh jika si pemimpin memiliki konsistensi antar apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan (walk the talk). dan memiliki komitmen terhadapnya.

lalu pertanyaannya adalah bagaiman caranya membangun trust dan role modeling melalui kredibilitas dan integritas. Stanly Atmaja dalam bukunya memaparkan dalam bukunya Making The Giant Leap tentang konsep segitiga 3C yang merupakan tools sederhana yang akan memberikan panduan bagi para pemimpin untuk membangun kredibilitas-integritas di kalangan para konstituennya.

Langkahg paling awal dari pembentukan kredibilitas-integritas adalah melalui coexistence yaitu si pemimpin mampu menunjukan kepada para konstituennya bahwa ia memiliki kapabilitas/pengalaman dan personal values yang dihargai dan direspect oleh konstituennya. Jadi gampangnya si pemimpin harus mampu membuktikan kepada konstituennya bahwa ia memilikin kemampuan dan pengalaman juga memiliki nilai-nilai baik yang dilakukan secara konsisten.

Ketika coexistence ini didapat maka proses kepemimpinan akan bergerak maju dimana sebagai seorang pemimpin anda mulai mempunyai power untuk menyatukan dan merekatkan (bond) mereka. Disini anda mampu menyatukan mereka untuk bergerak bersama-sama mewujudkan tujuan-tujuan organisasi berdasarkan nilai-nilai yang diadopsi bersama (shared values). Disinilah proses kepemimpinan anda mulai menemukan momentumnya.

setelah bonding/cohesiveness tebentuk dikalangan konstituen maka langkah selanjutnya adalah mengintensifkan hubungan emosional (emotional connection) terhadap para konstituen. caranya adalah dengan mengintensifkan proses komunikasi dengan mereka melalui berbagai medium yang ada secara efektif. Apabila ketiga proses tadi sudah dijalani dengan baik, maka pemimpin yang kredibel dan memiliki intergritas akan dapat terwujud di berbagai lapisan organisasi.

About these ads

One comment on “Kredibilitas dan Integritas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s